Desa Sepakat Jaya – Kesehatan manusia dan kelestarian alam adalah dua sisi mata uang yang tak terpisahkan. Semangat inilah yang menjadi jiwa dari pelaksanaan Bulan Kesehatan Lemmanis 2025, sebuah inisiatif kolaboratif yang tidak hanya berfokus pada layanan medis, tetapi juga memperkuat komitmen masyarakat dalam menjaga Hutan Desa (HD) Lemmanis. Program ini menegaskan pesan strategis bahwa kualitas perlindungan hutan berbanding lurus dengan kesejahteraan masyarakat. Semakin baik hutan terjaga, semakin besar peluang masyarakat mengakses manfaat sosial, mulai dari layanan kesehatan, perbaikan gizi, hingga dukungan pendidikan.
Kolaborasi Multipihak Melalui Skema PES
Bulan Kesehatan Lemmanis merupakan hasil kolaborasi antara Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD) Lemmanis, Pemerintah Desa Sepakat Jaya, Tenaga Kesehatan, dan Kader Posyandu. Program ini mendapatkan dukungan teknis dan pendanaan dari CFES serta PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSN Group) melalui skema Payment for Ecosystem Services (PES) atau Pembayaran Jasa Lingkungan berbasis kinerja.
Dukungan layanan kesehatan dan pendidikan disalurkan sebagai insentif atas keberhasilan masyarakat dalam menjaga tutupan hutan. CFES menekankan bahwa keberlanjutan dukungan sosial ini sangat bergantung pada kinerja kolektif masyarakat dalam mencegah pembukaan lahan dan degradasi hutan. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya ditempatkan sebagai penerima manfaat (beneficiaries), melainkan sebagai aktor utama (key actors) dalam konservasi.
Implementasi Program: Bukti Layanan di Tingkat Tapak
Sebagai bentuk realisasi program tahun 2025, Bulan Kesehatan Lemmanis menghadirkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis dan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) yang inklusif.
Pemeriksaan dan Pengobatan Gratis, layanan ini dilaksanakan dalam dua tahap strategis untuk menjangkau masyarakat luas:
Tahap I (16 November 2025): Bertempat di Gedung Serbaguna Dusun Sungai Beliung, kegiatan ini melayani 107 peserta yang mayoritas adalah kelompok rentan. Tingginya partisipasi dari kelompok rentan, khususnya perempuan dan lansia, menunjukkan efektivitas program dalam menjangkau lapisan masyarakat yang membutuhkan.
Tahap II (7 Desember 2025): Dilaksanakan di Rumah Adat Tumbang Ruwi, Dusun Engkadin, dengan partisipasi 51 peserta. Meski lokasi berbeda, antusiasme masyarakat tetap tinggi, mengindikasikan urgensi akses kesehatan yang dekat dengan masyarakat.
Pemberian Makanan Tambahan (PMT) LPHD Lemmanis juga menyalurkan PMT di Dusun Sungai Beliung dan Dusun Engkadin, terintegrasi dengan kegiatan posyandu. Program PMT Keluarga (PMTK) yang berjalan sejak Oktober 2025 ini telah disesuaikan berdasarkan rekomendasi Puskesmas agar mencakup penerima manfaat yang lebih luas, tidak hanya balita, tetapi juga ibu hamil dan lansia dengan memberikan 100 paket PMT setiap bulannya. Tujuannya adalah meningkatkan status gizi, mendukung kesehatan ibu, serta memitigasi risiko stunting.
Hutan Sehat, Masyarakat Sehat
Dalam kesempatan yang sama, pihak Puskesmas Desa Sepakat Jaya menyoroti bahwa derajat kesehatan masyarakat tidak semata-mata bergantung pada intervensi medis, melainkan sangat dipengaruhi oleh kualitas lingkungan. “Sebagai tenaga kesehatan, saya menyaksikan langsung bahwa kesehatan tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan obat dan rumah sakit. Lingkungan tempat kita hidup memegang peranan vital, lingkungan yang bersih dan alam yang terjaga adalah fondasi utama kesehatan kita,” ungkap perwakilan Puskesmas.
Lebih jauh, pihak Puskesmas menekankan peran strategis hutan sebagai penyangga kehidupan. Hutan menyediakan pasokan udara dan air bersih, sekaligus menjadi benteng alami dari bencana yang berpotensi memicu wabah penyakit. Sebaliknya, kerusakan hutan akan meningkatkan risiko krisis air bersih dan penyebaran penyakit.
Oleh karena itu, masyarakat diajak untuk proaktif menjaga kesehatan melalui aksi nyata yang sederhana namun berdampak, seperti menjaga sanitasi lingkungan, menggunakan air secara bijak, serta berkomitmen untuk tidak melakukan pembakaran hutan maupun penebangan pohon secara ilegal.
Komitmen Keberlanjutan dan Peran Aktif Masyarakat
Memasuki tahun kedua pelaksanaan dukungan dana PES pada 2025 ini, komitmen multipihak menjadi sorotan utama. Kepala Desa Sepakat Jaya, Fadrik, secara konsisten mengimbau warganya untuk mematuhi kesepakatan konservasi sebagai syarat mutlak keberlanjutan program.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembukaan lahan demi keberlangsungan Hutan Desa Lemmanis. Kepatuhan ini adalah kunci agar program-program yang memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat dapat terus berlanjut,” tegas Fadrik.
Sejalan dengan hal tersebut, CFES menekankan bahwa dalam skema ini, masyarakat Desa Sepakat Jaya bukan sekadar penerima manfaat (beneficiaries), melainkan aktor utama (key actors) dalam konservasi. Keberlanjutan program jangka panjang sangat ditentukan oleh kinerja nyata masyarakat dalam mencegah deforestasi dan degradasi hutan.
Melalui Bulan Kesehatan Lemmanis 2025, Desa Sepakat Jaya membuktikan bahwa investasi pada kesehatan dan konservasi dapat berjalan beriringan. Hutan yang terjaga kini menjadi fondasi bagi masa depan desa yang lebih sehat, sejahtera, dan mandiri